BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Kegiatan / Program Matrikulasi Afirmasi Perguruan Tinggi (ADIK) UNEJ 2018

Program Matrikulasi Afirmasi Perguruan Tinggi (ADIK) UNEJ 2018

Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M. Pd., selaku Ketua LP3M universitas Jember, dalam sambutannya mengucapkan Puji Syukur kehadirat Allah SWT karena sudah tahun ketiga Universitas Jember mengadakan Matrikulasi. Di Universitas Jember mahasiswa penerima beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) tahun 2018 berjumlah 34 Orang terdiri (21 Mahasiswa dari Papua, 6 Mahasiswa dari Lampung, 3 Mahasiswa dari Maluku, 1 Mahasiswa dari NTT, 1 Mahasiswa dari NTB, 1 Mahasiswa dari Sulawessi Tengah, 1 Mahasiswa dari Aceh). Didalam matrikulasi mahasiswa akan mendapatkan 3 hal antara lain : 1. Wawasan Kebangsaan untuk menunjukkan etika kebangsaan, 2. Wawasan Kultural untuk menunjukkan etika kultural, 3. Kompetensi Dasar Sains, matematika, dan IPA. Selain kompetensi dasar keilmuan yang merupakan bagian integral matrikulasi tidak kalah pentingnya adalah wawasan kebangsaan dan etika kultural. Kemenristekdikti sampai hari ini memberikan kepercayaan kepada Universitas Jember untuk tidak sekedar mendapatkan ilmu pengetahuan akan tetapi perlu dimantapkan wawasan kebangsaan dan etika kulturalnya. Ini artinya keberhasilan mahasiswa ADik di Universitas Jember di tentukan oleh keberhasilan beradaptasi dengan kondisi di Jember. Hal ini dapat di pahami kalau di Jember Multikultur baik suku maupun agama, sehingga perlu adanya pemahaman, adaptasi, toleransi dan seterusnya. Pelaksanaan matrikulasi ini dilaksanakan setiap hari sabtu mulai tanggal 3 November – 8 Desember 2018.
Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M. Pd. menutup sambutannya dengan mengucapkan “Salam Indonesia”….. dan di jawab oleh mahasiswa dengan ucapan “Salam Kebangsaan”…….

Acara di buka oleh Wakil Rektor I bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni Universitas Jember Drs. Zulfikar, Ph.D. Dalam sambutannya Wakil Rektor I Universitas Jember sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dengan matrikulasi ini mahasiswa menjadi mengerti kalau di Jember multi etnis yang akan menjadi gambaran hidup baru bagi mahasiswa ADik untuk membangun kerjasama, beradaptasi, toleransi yang mencerminkan NKRI yang menjadi bagian utama kegiatan matrikulasi.
Dalam kegiatan ini di bagi menjadi 2 kelompok materi yaitu kelompok Soshum dan kelompok Saintek. Disinilah tempat adik–adik dapat berdiskusi jika ada permasalahan akademik yang dianggap dikuasai betul sehingga dapat merefresh pengetahuannya. Pada dasarnya kegiatan ini sangat diperlukan agar mahasiswa benar-benar siap mengikuti perkuliahan di jurusan masing-masing. Harapannya mahasiswa dapat berproses dan nantinya dapat lulus tepat waktu.

Dalam pembukaan matrikulasi mahasiswa penerima beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) tahun 2018 ini ditampilkan beberapa budaya asal mahasiswa antara lain : 1. Tari Dulang Pesaji yang dibawakan oleh Silvia Ayu Indriaty program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berasal dari Nusa Tenggara Barat. Tari ini menceritakan tentang gadis desa pembawa dulang atau sesajian untuk menyambut kedatangan para tamu yang ada di dalam acara gawe blek desa atau roah yang ada di Lombok 2. Tari Pangkur Sagu dibawakan oleh Merlin Rumawi dan Ditya Anastasyia M.R. dari program studi teknik kimia Fakultas teknik berasal dari Papua, tarian asli masyarakat Papua yang menceritakan tentang mata pencaharian masyarakat Papua dengan membuat sagu yang dimulai dari menebang pohon sampai memeras air sagu, hingga sagunya siap diolah.

Tujuan Pemerintah mengadakan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) tahun 2018 adalah Pemerataan ketersediaan akses pendidikan sangat penting untuk memperkokoh kekuatan dan kesatuan bangsa. Keutuhan berbangsa tercermin dari tingkat pendidikan yang merata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merata pula. Lemahnya latar belakang pendidikan pada salah satu bagian wilayah, dapat menyebabkan lemahnya pembangunan dan kekuatan rantai persatuan sebagai bangsa di bagian wilayah tersebut. Untuk itu, sebagai upaya mengatasi dan memperkuat rantai kesatuan berbangsa tersebut, salah satunya dengan melalui peningkatan akses, pemerataan kesempatan dan penuntasan proses pendidikan hingga ke pendidiikan tinggi.

Papua, Papua Barat dan wilayah di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), hingga saat ini masih kurang memperoleh akses pendidikan yang baik, terutama pendidikan tinggi. Kondisi infrastruktur pendidikan yang serba terbatas menyebabkan akses pendidikan tinggi tidak merata dan melahirkan permasalahan yang menyebabkan masyarakat yang berada di Papua, Papua Barat dan daerah 3T kurang mampu memberikan kontribusi dalam mengisi pembagunan daerah maupun nasional. Di samping persoalan akses yang disebabkan letak geografis dan infrastruktur, secara faktual terdapat pula anak-anak bangsa dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, yang kesulitan mendapatkan akses ke jenjang pendidikan tinggi. Demikian pula halnya, jika terjadi suatu bencana alam atau bencana kemanusiaan disuatu wilayah, mengakibatkan mahasiswa setempat akan kehilangan akses pendidikan ke perguruan tinggi. Jika kondisi tersebut tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, maka akan dapat dapat menurunkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme. Pendidikan tinggi dimaksudkan untuk mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berbudya, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil,dan kompeten sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh putra bangsa, sehingga pembangunan yang adil dan merata sebagaimana amanat UUD 45 dapat dicapai.

 

Check Also

JOINT With Ace Hardware

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.