BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Berita / MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA PANCASILA

MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA PANCASILA

Dalam rangka MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA PANCASILA Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter dan Idiologi Kebangsaan ( P3KIK ) yang dikoordinasikan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember mengadakan Mauidzah Kebangsaan dengan tema “MELAWAN RADIKALISME DENGAN MENUMBUHKAN UJARAN CINTA UNTUK SESAMA” tanggal 1 Juni 2018 di AULA Lt. 2 Gd. LP3M Universitas Jember.

Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M. Pd., selaku Ketua LP3M universitas Jember, dalam sambutannya menyatakan bahwa agenda ini merupakan agenda penting bagi lembaga karena baru-baru ini kita di kejutkan oleh gerakan radikalisme bom bunuh diri di Surabaya, Riau, Bandung dan kota lainnya yang mau tidak mau mengharuskan kita untuk mengambil suatu sikap menggugah kesadaran empati kita bahkan di laporkan ada 7 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang di duga ada gerakan radikalismenya, meskipun Unej tidak termasuk bukan berarti di Unej tidak ada suatu gerakan yang membangkitkan radikalisme, kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan kembali dimana ruang sosial kita ujaran kebencian, ujaran pengkafiran baik terhadap kelompok seagama maupun kelompok lain agama. Itu Terjadi secara luar biasa artinya bahwa dalam kehidupan kita ada sel-sel masuk yang suatu saat bisa diaktifkan untuk menggerakkan suatu gerakan yang di sebut radikalisme.
Peringatan ini merupakan suatu tuntutan dari aktualitas bagaimana IDIOLOGI PANCASILA MAMPU MENJINAKKAN IDIOLOGI Radikal. Maka ikhtiarnya adalah dengan BELAJAR MENATA HATI DENAGAN MENUMBUHKAN UJARAN CINTA TERHADAP SESAMA, Insyaallah Hablumminallah dan Hablumminannas terjaga.
Dalam penutup sambutannya Ketua LP3M mengatakan bahwa sudah melaporkan kegiatan ini ke Bapak Yudi Latif Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) bahwa universitas Jember telah menyelengarakan peringatan hari lahir Pancasila.

Acara di buka oleh Rektor universitas jember Drs. Mohammad Hasan,Ph.D. Dalam sambutannya Rektor Universitas Jember sangat mengapresiasi kegiatan ini bahwa peringatan hari lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengajak bersama-sama mengimplementasi nilai-nilai Pancasila yang memerlukan pembinaan terus menerus melalui program yang terencana. Para pendiri bangsa/founding father dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah bersepakat bahwa pancasila merupakan satu satu asas idiologi negara. Peringatan hari lahir Pancasila ini di harapkan sebagai suatu momentum untuk membangun kebersamaan dengan saling mengevaluasi diri untuk bisa berbuat untuk bangsa dan negara. Kegiatan ini sejalan dengan harapan Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 memutuskan pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Sementara itu, K.H. Mohammad Balya Firjoun Barlaman dalam Mauidzah kebangsaannya menyampaikan bahwa gerakan ekstrimisme atau radikalisme merupakan suata gerakan yang dapat dikatakan suatu tindakan di luar akal sehat manusia. Suatu gerakan radikal dengan bom bunuh diri yang membawa dampak buruk bagi diri, keluarga, dan masyarakat pada umumnya. Jika dilihat dari ajaran Quran dan hadits pun, gerakan ini jelas tidak memiliki dasar. Masyarakat kita adalah masyarakat yang damai, bukan kondisi masyarakat yang dapat dikategorikan perang. Oleh karena, semua pihak wajib menjaga kondisi kehidupan damai tersebut. Jelas, jika ditelusuri lebih dalam, ini terjadi sebagai akibat doktrin yang salah terhadap ajaran agama, yang diyakini dan membawa dampak pada perbuatan atau tindakan yang salah pula. Itu adalah cermin bagaimana seseorang kehilangan arah yang benar dalam perjalanan hidupnya.

Gerakan radikal terjadi akibat penafsiran yang salah terhadap perintah agama. Hal tersebut diungkapkan KH Muhammad Balya Firjoun Barlaman saat menyampaikan mauidlah kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila di aula LP3M Universitas Jember,Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi

Dalam konteks itu, NU dan Muhammadiyah adalah kendaraan yang sudah benar dalam mengantarkan umat Islam di Indonesia untuk mencapai tujuan. Tujuan yang mulia untuk mencapai keridlaan Allah dan pada saat yang sama dapat berdampingan dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi dasarnya.

Check Also

Seminar Nasional Tentang Pendidikan Inklusif

Dalam rangka kegiatan Seminar Nasional Tentang Pendidikan Inklusif  dengan tema “Bersama Merayakan Keberagaman”pada tanggal 4 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.